Komponen Biaya Cetak 3D
Untuk menentukan harga yang tepat, Anda perlu memahami semua komponen biaya.
1. Biaya Material
Hitung berdasarkan berat filament yang digunakan:
- Harga filament per kg ÷ 1000 = harga per gram
- Berat filament (gram) × harga per gram = biaya material
2. Biaya Listrik
- Konsumsi daya printer (watt) × waktu cetak (jam) = kWh
- kWh × tarif listrik = biaya listrik
3. Biaya Mesin (Depresiasi)
- Harga printer ÷ umur pakai (jam) = biaya per jam
- Biaya per jam × waktu cetak = biaya mesin
4. Biaya Tenaga Kerja
- Upah per jam × waktu operasional = biaya tenaga kerja
5. Biaya Maintenance
- estimasi biaya perawatan bulanan ÷ jam kerja = biaya per jam
6. Biaya Gagal (Failure Cost)
- Rata-rata tingkat kegagalan × biaya material + waktu
Rumus Harga Jual
Harga Jual = (Biaya Total) × (1 + Margin Profit)
Margin tipikal: 50-200% tergantung kompleksitas dan pasar.
Tool Gratis
Gunakan kalkulator Bos 3D untuk estimasi otomatis! Upload model 3D Anda dan dapatkan harga instan.
Pertanyaan Umum
Berapa biaya cetak 3D per gram?
Biaya material berkisar Rp 200-500 per gram tergantung jenis filament. PLA sekitar Rp 200-300/gram, ABS Rp 250-350/gram, Nylon Rp 400-600/gram.
Bagaimana cara menghitung biaya listrik 3D print?
Konsumsi daya printer (kemungkinan 100-300 watt) dikali waktu cetak dalam jam, lalu dikali tarif listrik Rp 1.400/kWh. Biasanya biaya listrik sangat kecil dibanding material.
Margin berapa yang wajar untuk jasa cetak 3D?
Margin 50-200% adalah standar industri. Untuk prototyping kompleks, margin bisa lebih tinggi. Untuk produksi massal, margin bisa lebih rendah.



